Catatan Harian ; hari-hari lupa

20 Desember—beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan seorang kawan. Seorang kawan baru. Namanya Wija, seorang bajak laut. Aku akan menuliskan pertemuanku dengannya. Mungkin seperti perkenalan yang biasa saja. Perkenalanku sebenarnya berawal ketika hari sedang begitu panas.

Saat itu aku sedang memesan esbuah karena memang hari sedang panas, mungkin juga rokok menthol, aku lupa. Teman-temanku takterlalu senang dengan esbuah di sini, tapi menurutku pelayannya cantik. “cantiknya sama kaya stroberi!” kataku pada suatu waktu.

Aku lupa bagaimana, tapi kalau tidak salah, ada pria yang duduk di depanku, satu meja denganku ; dan mukanya seperti kesal. Tiba-tiba saja ia duduk di situ. Mungkin waktu itu aku sedang terlalu asik dengan esbuah. “ada masalah?” kataku. Dia takmenjawab. Hemm, pakaiannya kumal sekali. Sepatu boots, kumis yang lengkung dan topi itu, dia ini orang yang sedang parade atau apa?

“aku Wija! Aku ini seorang kapten bajak laut, dan sekarang tawanan di tempat ini.” Matanya penuh semangat, tapi berbisik. Wah apa pula orang ini?

Dia bercerita bahwa kapalnya ditahan dan dijadikan sebagai salahsatu bahan dari esbuah di sini. Nama kapalnya Blewah Kayu. Pantas saja blewah di sini memang keras seperti kayu, takjarang bila digigit terdengar suara retakan yang cukup keras. Entah gigiku atau suara kayu yang pecah.

Dia mengatakan bahwa hari ini ia akan bebas, kalau saja aku mau memberikan blewah yang tersisa di mangkuk kepadanya. Kupikir tidak ada ruginya juga bila dicoba. Lagipula sepertinya perkataannya benar melihat blewah itu memang sekeras kayu. Apa dia benar-benar bajak laut? Jika kulihat, sepertinya memang iya. Jadi kuputuskan untuk menolong perompak ini. “asal jangan merampok.” Ujarku, “merompak boleh.” Kataku lagi.
“semoga kita bertemu dalam waktu dekat!” katanya sambil pergi dengan menaiki blewah yang mengalir di selokan, mungkin akan sampai laut.

1 Februari—sebenarnya bagaimana ya? Aku lupa sama sekali. Wija itu, waktu ia berlayar dengan sisa blewah, sepertinya hari ini. Ah aku memang punya masalah dengan ingatan. Mungkin karena coba memakai tanggal.

Beberapa hari yang lalu, aku merasa sedang diawasi. Seperti bayangan hitam yang melesat setiap aku merasa dan menoleh. Kadang pada tirai rumah, atau layar di kelas, atau menyelinap di bawah sarung bantal. Bayangan apa sih?

O iya, belakangan ini aku jarang berbicara dengan orang-orang. Mungkin karena lagu-lagu yang enak.

23 April—bangun tidur malam kemarin padahal biasa saja. Kegiatan juga masih sama. Baca buku, sarapan, jalan-jalan, sampai kasih makan ikan juga biasa saja. Walau mungkin, apa ini semua gara-gara aku memberi makan ikan? Memang terdengar kabar, makanan-makanan yang dihidangkan secara cepat, di negara ini sedang terkontaminasi radiasi nuklir. Jangan-jangan ikanku berubah menjadi monster?

Tapi apa ada hubungannya dengan bangun tidurku pagi ini? Pagi ini rasanya untuk sesaat, ketika bangun tidur, aku seperti ikan purba berdarah panas. Hemm, kira-kira apa ini terkait dengan makanan ikan yang juga terkontaminasi? Semua makanan ikan itu cepat saji! Tapi, aku juga tidak makan itu, apa mungkin aku juga terkontaminasi?

Masalahnya begini, aku punya masalah dengan ingatan, apa aku pelihara ikan?

5 Mei—hari ini, kutulis dengan cepat catatan harian ini. Mungkin sangat bersemangat. Ah, pagi tadi aku melihat seorang wanita, cantik sekali! Rambutnya berponi, wajahnya datar, tapi mungil. Nada bicaranya aneh, naik-turun. Mulutnya juga wangi, padahal ketika mengobrol, aku tidak terlalu dekat dengan wajahnya. Bibirnya mungil sekali, hidungnya tidak terlalu pesek, matanya bulat, alisnya melengkung. Lengkungannya luar biasa!
“aku…bisa saja!” oh, nada bicaranya buat aku jadi malu rasanya.

Apa aku jatuh cinta ya? Aku belum tahu. Tapi ia sungguh menyenangkan. kalau ia datang ke kantin, pasti membawa kura-kuranya. O aku baru sadar memang, gadis itu, gadis yang pernah kulihat waktu aku kecil. Ya, dia memang temanku waktu kecil!

Waktu dulu ia pernah bilang “kura-kura ini namanya Lulu, ada tanda loreng di kaki belakang dan ekornya.” Karena aku mengejeknya, jadi ia lempar kura-kura itu ke kepalaku. Siang tadi juga ia bilang begitu, dan aku mengejeknya. Pantas saja, aku seperti tahu hari ini. Apa aku jatuh cinta ya?

Nb : jadi ingat sakitnya kepala kalau dilempar kura-kura.

13 Agustus—aku mendapat surat dari Wija. Itu teman baruku. Suratnya ada di dalam botol yang terapung-apung di gelas kopiku tadi malam. Hemm, kira-kira kabar apa ya? Aku ingin menuliskan kembali suratannya, mungkin suatu saat penting.

Salam temanku Abraham! Lama kita tidak berjumpa, aku kini sedang berada di Timur ; daerah di sini sungguh panas, tapi pelabuhannya menjual ikan-ikan yang lezat. kapalku sedang diperbaiki, mungkin aku akan pergi ke Selatan, di sana ada sebuah pulau peristirahatan yang nyaman. Banyak pepohonan dan buah-buah tropis, aku tidak tahu apa saja. Kabar yang kudengar, ternyata aku punya kakak di sana. Aku akan menemuinya. Oiya, kalau kamu ingin berlayar mengarungi samudera, jangan lupa bawa tembakau, mungkin akan membantumu menghadapi kapal-kapal kerajaan. Salam, teman bajak laut, Wija.

Hemm, namaku bukan Abraham. Apa ia salah kirim surat? Tapi kalau ini memang buatku, bagaimana cara aku membalasnya? Ah aku tidak punya kemampuan bajak laut atau tentang surat-surat dalam botol.

28 Agustus—semalam kembang api meledak di mana-mana, di langit. Terompet ditiupkan bersama-sama, kadang juga bersahutan. Orang-orang berteriak “selamat tahun baru! Selamat tahun baru!” memangnya sekarang tahun berapa? Aku itu bagaimana sih? Bisa-bisanya linglung seperti ini. Apa dunia yang sekarang sudah mulai berubah?

Kucoba lihat berita tadi pagi, pemberitaan tentang peluncuran-peluncuran kembang api yang unik dari berbagai negara, ada di setiap stasiun berita! Berarti semalam itu benar malam tahun baru. Kenapa aku bisa lupa ya? Hari ini sepertinya benar masih Agustus. Atau sudah disepakati ulang, bahwa hari pergantian tahun menjadi 28 Agustus? Pasti beritanya heboh sekali. Kenapa aku bisa tidak tahu?

Mungkin karena aku lupa. Hemm, sulit juga di hari-hari yang lupa ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s